SOLUSI => KALAU NGAK ADA UANG GIMANA MAU SEKOLAH..????

by - 02.50


SOLUSI => KALAU NGAK ADA UANG GIMANA MAU SEKOLAH..????
Bissmillahhirrohmanirrahim...
Assalammualaikum....sudah lama saya tidak posting ni, rasa kayak gimana gitu yah, kali ini saya mau posting tentang suatu pertanyaan dan bagaimana solusinya, yaitu pertanyaan KALAU NGAK ADA UANG  GIMANA MAU SEKOLAH..????????
nah sekarang saya mau berbagi nih, dan saya mempunyai suatu jawaban tentang itu, tapi bagi saya teman-teman perlu juga mengetahui bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan ini.
 Teman, Saya tidak terlahir dari keluarga kaya  dan berpendidikan tinggi, mungkin itu salah satu faktor pendorong juga bagi saya untuk bisa melanjutkan sekolah, saya terlahir dari keluarga yang pas-pasan, tidak sama dengan teman-teman sekolah saya yang lainnya, sewaktu sekolah SMP saya sering kali jalan kaki pulang sendiri dan terkadang bersama-sama dengan teman saya, bukannya karena ngak ada kendraan atau ojek tapi  untuk pembayarannya itu yang ngak cukup, jarak dari sekolah saya ke rumah ±  11 KM ,  saya rela dan ikhlas mengahadapi itu semua, toh itu demi cita-cita saya kok...,munkin itu yang selalu ada dalam hati saya, dan kalau seandainya saya pulang sekolah dengan ojek, itu juga masih separoh jalan, dan tukang ojek nya ngak mau sampai kerumah saya, kata tukang ojek nya itu terlalu jauh dan banyak tanjakannya juga, dan itu yang terus saya hadapi selama tiga tahun di SMP, suka  dan duka saya lalui tanpa terasa saya sudah melewatkan kehidupan SMP, rasa pahit, pilu,, bahagia dan rasa gado-gado lainnya saat SMP.
Seminggu setelah tamat SMP saya mulai kebingungan dan stress berat,... ijazah ini harus saya bawa kemana ya allah ?? Itu pertanyaan dasar saya karena kebingungan, munkin kalau saya bandingkan, itu adalah tinggkat galau yang tinggi lo, lebih parah dari pada orang yang putus pacaran(maaf), jujur ya teman saya sangat kebingungan ketika ingin melamar sekolah SMA/SMK pada saat itu, yang ada dalam benak saya adalah bagaimana saya masuk sekolah kalau selama ini yang saya dengar adalah begitu mahalnya masuk sekolah SMA/SMK, belum lagi uang bulanannya, uang fotokopy bukunya, uang kost kalau kita dapat sekolah yang jauh dari rumah dan  kost, saya sering bertanya kepada tetangga yang anaknya sekolah SMA/SMK, tapi apa kata-kata yang selalu saya dengar adalah, “sekolah itu sangat mahal, belum lagi biaya ini itunya, untuk biaya masuknya  saja sudah habis biaya jutaan...”  dan tetangga saya sempat bilang biaya masuk anak saya kemaren itu 3 koma sekian juta, ada yang bilang 4 koma sekian dan ada yang lebih besar lagi, pokoknya macam-macam, pernah terlintas di pikiran saya” apakah sekolah itu untuk orang kaya saja...?????”
saya masih ingat ketika saya ingin melamar kesuatu sekolah SMK, hari itu adalah dimana semua keluarga sedang berada di sawah yang sedang memanen jagung dan kacang tanah, sehari sebelumnya saya beri info ke teman agar bisa nemanin saya pergi mendaftar ke SMK yang ingin di tuju, karena teman saya sudah berkata ok,saya datang kesawah agak telat dari biasanya, lalu hari itu saya pergi kesawah untuk minta izin dan memberi tau kalau saya mau mendaftar kesekolah SMK dengan teman, setelah sampai di sawah dan memberi tau kepada keluarga, rasa bahagiapun berubah menjadi tangisan hati saya, walaupun saya tidak mengeluar kan air mata di depan keluarga, tapi hati saya sudah tidak sanggup menahan tangis,  jawaban mak saya setelah  memberi tau adalah “ tidak usah sekarang sekolah nya nak, nanti saja kalau sudah ada rezeki dan sekarang sabar sajalah dulu nak, jika kita sudah punya rezeki, kami pasti akan menyekolahkan mu, kakak mu yang perempuan sudah tidak dirumah lagi dan siapa yang mengurus kedai..” Sungguh kata mak saya sangat mempertanyakan kesabaran saya, dengan sangat sabar dan ikhlas saya menjawab “ iya mak” walau keinginan dan tekat saya untuk sekolah sangat didukung oleh ayah saya, tapi karena kata mak saya tadi saya sudah mengurungkan niat untuk tidak mendaftar sekarang ke SMK.
            Bulan juli 2008,  hari-hari saya lalui seperti teman-teman saya yang tidak melanjutkan sekolahnya, saya yang biasanya duduk dan berjualan di kedai, terkadang ketika saya melihat teman-teman yang melanjutkan sekolahnya, saya sangat sedih, ketika teman-teman saya memakai baju seragam, saya juga sangat ingin memakai seragam putih abu-abu itu,...tapi saya harus mengghilangkan pikiran itu secepat munkin , supaya air mata ini tidak jatuh sia-sia, dan saya cepat mengingat kata-kata mak saya kalau nanti .insyaallah saya akan sekolah.
Semangat dan semangat, sabar dan sabar munkin  itu yang selalu saya tanamkan di hati kecil saya, saya bertekat saya harus sekolah, saat itu saya masih belum terlalu mahir membawa motor, katika saya tidak berjualan dan duduk di kedai saya berpikirn untuk mencari uang dan menabung dari hasil keringat sendiri, hari senin dan hari jumat adalah hari pasar dikampung saya, yaitu pasar durian najung dan pasar sungai geringging,  saya membawa motor dan pergi kepasar dan memarkirkan motor di tempat ojek, saya kepasar bukanya pergi main-main atau belanja, tapi saya ngojek, buat cari uang sekolah nanti, dengan sabar saya tungguin yang mau ojek dengan saya, hari pertama ngojek munkin karena masih baru ngak ada yang nawarin ojek saya, karena sudah hampir malam saya pulang tanpa ada mendapat upah sewa ojek hari itu,  sedih ya sedih,...perih ya perih, memang sangat susah cari uang itu, tapi apa saya harus menyerah begitu aja ,...ya ngak mungkin, orang kalau mau sekolah harus punya uang dulu baru sekolah, nah itu membuat kuat saya untuk tetap ngojek lagi, hari ke dua saya ngojek , mulai nawarin ojek kepada bapak-bapak atau ibuk-ibuk yang saya kenal, ya kalau ngak gitu gimana orang mau naik ojek kita, kalau kita berbuat baik itu mah , selalu ada yang cemooh atau rendahin, saya pernah dapat kata-kata seperti ini “ kamu tu masih kecil, emangnya kamu sanggup bawa orang ..??? “  trus ada juga yang bilang “ kaki kamu aja ngak nyampe semua, hati-hati bawa orangnya, ntar jatuh”  walau apapun kata orang-orang itu ngak bakalan hilangin semangat saya cari uang.
Bulan Puasa, setelah saya cek tabungan yang saya miliki ternyata belum mencukupi satu juta, loh bagai mana saya bisa masuk kalau uang segini , jangan kan satu juta dua ratus ribu aja belum cukup, saya kembali lagi ngojek dibulan puasa itu, dengan niat doa dan semangat saya berangkat pagi-pagi, alhamdulillah, pagi itu dapat sewaan bapak-bapak dikampung saya, dan dia menawarkan saya menjadi ojek langganannya, tanpa berpikir pajang saya langsung mengiyakan dan menyetujuji tawaran bapak itu, bagi saya itu adalah aset saya biar selalu ada rejeki tiap mau mulai ngojek, hehehe....alhamdulillah, ucapan syukur itu yang cepat saya ucapkan, dalam hati saya, memang benar ya rezeki tu banyak di pagi hari dan kalau kesiangan bisa habis rezekinya dimakan ayam....
Hari-hari menjadi tukang ojek saya lalui di bulan puasa itu, walau hujan, panas dan badai sekalipun,...saya tetap ngojek, terik matahari yang menyengat tidak akan mengurangi semangat saya untuk menjalani profesi saya yang seperti ini, ngojek disiang hari bermodalkan jaket , tapiiiiiii....tidak makai sarung tangan pengendara dan tidak juga memakai topi , membuat muka saya seperti ada yang berubah, dan bagian pergelangan tangan menjadi berbeda dengan kulit bagian lengan lainnya, karena tidak di tutupi panas, ngojek dalam keadaan berpausa tidak saya rasakan beratnya, walaupun banyak cobaan yang datang, apalagi teman yang sama-sama ngojek dengan saya dia itu tidak puasa, pasti tenaganya lebih maksimal dari saya, munkin dengan perasaan semangat dan ikhlas tadi yaaaa.....yang buat saya lebih kuat dari biasanya,  dengan rutin dan saya tetap ngojek sampai-sampai bulan  buasa terlewati tanpa terasa  puasa sebulan terasa sangat singkat dan bagitu cepat berlalunya, sungguh saya rasakan pertolongan dan kekuatan di berikan oleh allah SWT kepada saya saat itu, saya rasa dengan badan yang kecil dan lemah ini, saya tidak bisa terlalu lama ngojek di bulan puasa , tapi saya rasakan itu lebih kuat dari hari sebelumnya, saya pun mulai menghitung hasil dari ngojek yang selama ini saya tabungkan, dan setelah saya hitung , uang itu hanya sebanyak Enam Ratus Ribu Rupiah, dengan hela nafas panjang sayapun berdoa kepada allah” Ya allah , rezeki yang hamba dapatkan sebanyak ini, apakah hamba bisa melanjutkan sekolah hamba  ya allah...?? “ air mata yang saya tahan-tahan selama ini menetes , saya usap dengan cepat air mata itu supaya ayah saya dan keluarga saya tidak mengetahui kalau saya menangis( dan sedang mengetik teks ini saya menangis mengingat semua itu).
Awal januari ditahun 2009 saya mendapat berita gembira dari teman SMP saya, dia bilang kalau di Lubuk Alung ada pelatihan(kursus) selama Enam Bulan, dan itu tidak di pungut biaya sepersenpun, dan tempat tinggal kita sudah disediakan itupun gratis, ditambah lagi makan juga kita tidak perlu mikirin,.....sudah ada yang masakin, pokoknya tinggal makan aja, munkin sekilas tidak munkin teman, tapi ini lah kenyataan yang ada, awal nya saya sempat menolak dan menolak karena tidak percaya sama teman saya, begitu juga keluarga saya yang masih ragu, tapi teman saya tetap terus memberi saya semangat dan supaya bisa juga memiliki keterampilan seperti dia, sempat saya berdebat dengan dia, kayak gini
Met: teman saya
Met: rio kamu mau ngak ikut kursus seperti saya di lubuk alung, itu semua gratis dan kita di   beri uang juga disana..????
Saya : kamu met, mana munkin ada zaman sekarang, pendidikan/kursus ada yang gratis, semua itu bayar, kalau udah dikota itu semuanya bayar
Met: kamu  ngak percaya kata-kata saya ya ???, pelatihan ini gratis karena di biayai pemerintah , kamu boleh lihat buktinya sekarang, kakak saya sudah tamat dari sana tahun kemaren dan saya sekarang saya sudah selesai juga pelatihan disana?? Apa kamu tidak percaya juga sekarang?
Saya: ya saya akan coba bilang dulu sama orang tua dulu met, kalau orang tua mengizinkan, saya akan daftar kesana,dalam hati saya (biar ada dasar sebelum masuk sekolah)
Met: ok , coba lah kamu tanya sama orang tua dulu, masalahnya  sekarang sedang buka pendaftaran dan sebentar lagi akan di tutup , itu pun orang nya terbatas, dari lima ratus orang  hanya dua ratus orang yang di ambil,
Saya: baiklah saya akan kasih tau secepatnya
Percakapanpun saya ambil positifnya dan dengan cepat saya kasih tau orang tua,  pemikiran dan tanggapan pertama orang tua dan keluarga yaitu sama dengan saya, tidak ada yang namanya gratis sekarang ini, dan itupun saya terangkan seperti teman saya menerang kan sebelummnya.
Besoknya saya dan orang tua datang kerumah teman saya untuk menanyakan tentang kepastian kata-katanya kemaren, dan singkat cerita teman saya dan keluarganya menjelaskan juga tentang bagimana teman saya sewaktu disana , orang tua saya menerima penjelasan dengan baik , dan mak saya masih ragu, bagai mana saya nanti disana, mak saya berpikiran, nantinya saya di biar-biar kan aja tanpa ada yang peduli, dan banyak sekali pemikirannya, dan kemudian orang tua teman saya tadi memberi penjelasan lagi, tentang bagaimana dan dengan siapa saja kita disana.
Setelah mendapatkan penjelasan kami kembali pulang, dan karena sudah jelas tentang pelatihan itu, saya pun mulai beres-beres buat berangkat besok, karena pendaftaran sudah berjalan, esok harinya saya dan keluarga datang kembali ke rumah teman saya dan untuk mengajak teman saya mengantarkan ke Lubuk Alung, walau pun sangat berat hati mak saya untuk melepaskan tetapi beliau tetap berusaha untuk sabar saya lihat.
Setelah sampai di Lubuk Alung, saya pun memulai beradaptasi dengan lingkungan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya seumur hidup saya, biasannya tinggal di daerah yang dingin, sekarang saya tinggal di daerah yang sangat panas saya rasakan, sangat jauh berbeda dengan yang ada di kampung saya, kalau di kampung biasanya pakai selimut tebal ketika ingin  tidur, tapi disini mah ngak usah pake selimut,....parena panaaaaaaaasssssssssss....dan gersang, kayak di padang passir aja yah...hemhh.
Masa-masa disana saya lewati dengan proses adaptasi yang cukup bagus sampai penerimaan hasil kelulusan pun saya rasakan, dan alhamdulillah saya lulus dengan jurusan yang saya kehendaki , yaitu Elektronika, meski banyak juga teman-teman atau abang-abang yang tidak lulus, mereka kelihatan masih tetap sabar, doa saya semoga teman-teman dan abang-abang bisa lulus di kesempatan berikutnya, amin.
Proses orientasi dan pembelajaran serta pelatihan saya lalui, sampai tiba saatnya untuk berpisah dengan teman-teman dan abang-abang di sana, oiya sebelum keluar dari sana teman saya sempat berpesan kepada saya, dan pesan ini menjadi pembeda antara teman saya yang memasukan saya yaitu met, munkin dia tidak dapat pesan ini , tetapi saya medapatkannya dari teman saya disini, katanya teman saya itu begini” rio kamu cobalah tanya sama buk upik, mana tau kamu bisa masuk jadi anak asuh di panti ini dan melanjutkan sekolah mu...!!!!” )saya sempat tidak kepikiran kesana selama ini, toh sudah enam bulan saya disana saya tidak tau kalau tempat saya pelatihan itu adalah panti....., saya hanya bisa menjawab ok , kalau begitu saya akan coba, walau sedikit regu” dalam hati saya mencoba bertanya kepada buk upik, yaitu seorang pegawai dipanti itu dan yang pertama saya kenal,.
Setelah bertanya, ibuk upik pun menjawab” kamu bisa masuk panti lagi , tapi harus menuggu satu tahun dulu, karena sudah aturannya begitu” saya pun menjawab iya dan menyetujui,  karena di benak dan hati saya hanya ada sekolah dan sekolah...nuntut ilmu dan nuntut ilmu.
Setelah selesai kursus saya juga memberi kabar kepada teman saya, yaitu si met tadi, saya mengajak nya untuk bisa ikut dengan saya juga, yang sebelumnya saya mengajak dia dan sekarang saya yang megajaknya....kayak balas budi aja yah, saya mengajaknya untuk masuk ke panti itu lagi tapi bukan untuk pelatihan, tapi untuk masuk sekolah SMA/SMK, tapi dia menolak karena dia tidak mau nanti ditertawakan, dia sempat bilang” nanti apa kata temen-teman sekelas rio , bisa-bisa kita menjadi bahan tertawaan, usia kita lebih tua dari mereka, dan saya rasa memalukan”  dengan tegas dia mengatakan itu kepada saya, tapi saya sempat memberi arahan kepadanya supaya bisa ikut juga, tanggung kan sekolah hanya sampai SMP, saya bilang sama dia” met kalau usia itu mah ngak jadi masalah , yang penting kita bisa menikmati dan bisa mencicipi pendidikan lebih tinggi lagi, yang penting kita bisa masuk sekolah dulu, kalau soal cemoohan orang itu mah biarin aja , yang penting kita ngak buat dosa dan salah sama orang-orang itu”,  dengan seyakin-yakinnya saya bisa membujuk dia untuk sekolah tetapi dia tidak mau juga.
Tahun 2009 Desember, tragedi itu terjadi, dan telah meluluh lantakkan semuanya, menghacurkan semuanya, banyak nyawa yang hilang, kesedihan membalut keluarga korban dimana-mana, rumah-rumah runtuh dan hancur, begitu dahsyatnya gempa sumatra barat waktu itu dan pusat gempa itu berada di padang pariaman, dan peristiwa itu menghancurkan rumah tempat saya dan keluarga tinggal selama ini, banyak nya datang bantuan dan kesibukan membereskan reruntuhan rumah dan membangun rumah seadanya membuat saya merasa tidak terlalu lama menunggu waktu satu tahun untuk bisa merasakan pendidikan di SMA/SMK nanti.

Setelah setahun menunggu akhirnya, Alhamdullillah saya pun di telpon oleh seseorang pegawai dari panti di Lubuk Alung, dan saya diminta untuk membawa surat pengantar dan syarat-syarat lainya, dan saya sempat bertanya “berapakah saya harus membayar untuk masuk SMK/SMA itu buk..???” ibuk itu menjawab seerti bercanda, tapi saya anggap itu serius , jawabannya” Sekitar Enam Ratus Ribu Lebih Untuk SMK Dan SMA ibuk kurang tau juga, Kamu Punya uang Sebanyak Itu kan,..?) dengan cepat saya jawab, alhamdulillah sebanyak itu ada buk, dalam hati saya(saya kan ada tabungan yang setahun lalu disimpan dalam tabungan yang pake gembok itu, yang berisi uang seribu-seribu) rasa senang nya sungguh tidak bisa saya bayangkan saat itu.
Walaupun saya sempat kena sindiran, cemoohan dan lain sebagainya dari orang kampung, ada yang berkata ” loh kamu ingin sekolah lagi , hahaha..., apa kamu ngak malu, ingat umur”, dan masih ada kata lain bermacam cemoohan, itu semua saya jadikan ujian untuk menempuh jalan kebaikan buat saya.
Setelah saya lenggkapi syarat-syarat untuk sekolah dan syarat untuk masuk panti, saya pun segera berangkat ke Lubuk Alung supaya bisa mendaftar ke SMK/SMA yang di inginkan, setelah saya sampai di Panti Lubuk Alung Saya pun menemui ibuk upik dan memberikan semua syarat-syarat itu semua, setelah diperiksa dan syarat-syarat saya sudah lengkap, buk upik pun menyarankan saya untuk mendaftar ke sekolah yang saya inginkan sambil memberi uang Lima Puluh Ribu , buk upik berkata kepada saya” Ambilah uang ini dan pergilah mendaftar kesekolah mana mau mendaftar, ibuk sekarang tidak bisa menemani, karena ada pekerjaan,pergi saja sama-sama dengan teman lain yah...!!”  . Lalu saya pun berangkat dengan teman-teman saya yang juga ingin mendaftar ke SMA/SMK tujuan.
Bulan juli 2010 saya pun berhasil mendaftar dan diterima di sekolah yang saya inginkan, ternyata semua biaya ditanggung oleh panti, tidak ada sedikitpun saya mengeluarkan uang untuk sekolah Ke SMK yang saya inginkan itu, saya teringingat percakapan ibuk waktu menelpon saya itu, berarti ibuk itu bercanda saja sama saya.
Dan Alhamdulillah Ditahun 2013 selesai juga pendidikan saya di SMK, saya sekarang sudah tamat dari sekolah itu Yaitu SMK N 1 SINTUK TOBOH GADANG jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Dan alhamdulillah saya bisa menyelesaikan sekolah saya dengan baik, meski sebelumnya saya tidak menyadari bisa sekolah SMK, tapi kenyataanya sekarang, saya bisa meraih mimpi saya dengan niat, tekat, sabar, ikhlas dan terus berusaha saya bisa mencapai impian saya.
Nah itulah cerita cara saya mendapatkan pendidikan, lalu Bagaimana dengan teman-teman atau  adik-adik disana, maukan bermimpi besar dan terus berusaha.
YAKINLAH ALLAH SWT AKAN MENGABULKAN DOA-DOA KITA YANG SELALU DEKAT DENGAN-NYA
ALLAH TIDAK AKAN MENGUJI KITA MELEWATI BATAS DARI KESANGGUPAN KITA
PUNYA MIMPI ITU ADALAH MOTIVASI UNTUK DIRI KITA

Nah ini ni alamat tempat saya dulu, tempat saya di didik dan di bina, serta di sekolahkan, jika teman-teman ingin tau info lebih lengkap silahkan tanya langsung ke Pegawai atau Pengurus disana.
ALAMAT : SUMBAR, PD PARIAMAN,LUBUK  ALUNG ,KAMPUNG TARANDAM
               NAMA LENGKAP DARI PANTI INI ADALAH “PSAABR” yaitu Panti Sosial Asuhan Anak Bina Remaja
Hal Yang bisa kita dapatkan setelah masuk di sana
1.Disekolah kan
2.pelatihan Selama 6 Bulan and lainya
ATAU YANG MAU NANYA-NANYA SAMA SAYA JUGA BISA, TOH SAYA JUGA ALUMNI DISANA
FB       : Zifilia Rioz
Web  :   rios3r.blogspot.com   Nama Blog sekarang
Salam Kenal buat semua yah......wassalam......................!!!!!!!!!!!!!!!!!


           

















               














You May Also Like

0 komentar

/*diinput untuk next1235 /*sampaiini