SOLUSI
=> KALAU NGAK ADA UANG GIMANA MAU SEKOLAH..????
Bissmillahhirrohmanirrahim...
Assalammualaikum....sudah lama
saya tidak posting ni, rasa kayak gimana gitu yah, kali ini saya mau posting
tentang suatu pertanyaan dan bagaimana solusinya, yaitu pertanyaan KALAU NGAK
ADA UANG GIMANA MAU SEKOLAH..????????
nah sekarang saya mau berbagi nih, dan saya mempunyai suatu jawaban tentang itu, tapi bagi saya teman-teman perlu juga mengetahui bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan ini.
nah sekarang saya mau berbagi nih, dan saya mempunyai suatu jawaban tentang itu, tapi bagi saya teman-teman perlu juga mengetahui bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan ini.
Teman, Saya tidak terlahir dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi, mungkin itu salah
satu faktor pendorong juga bagi saya untuk bisa melanjutkan sekolah, saya
terlahir dari keluarga yang pas-pasan, tidak sama dengan teman-teman sekolah
saya yang lainnya, sewaktu sekolah SMP saya sering kali jalan kaki pulang
sendiri dan terkadang bersama-sama dengan teman saya, bukannya karena ngak ada
kendraan atau ojek tapi untuk pembayarannya
itu yang ngak cukup, jarak dari sekolah saya ke rumah ± 11 KM ,
saya rela dan ikhlas mengahadapi itu semua, toh itu demi cita-cita saya
kok...,munkin itu yang selalu ada dalam hati saya, dan kalau seandainya saya
pulang sekolah dengan ojek, itu juga masih separoh jalan, dan tukang ojek nya
ngak mau sampai kerumah saya, kata tukang ojek nya itu terlalu jauh dan banyak
tanjakannya juga, dan itu yang terus saya hadapi selama tiga tahun di SMP,
suka dan duka saya lalui tanpa terasa
saya sudah melewatkan kehidupan SMP, rasa pahit, pilu,, bahagia dan rasa
gado-gado lainnya saat SMP.
Seminggu setelah tamat SMP saya
mulai kebingungan dan stress berat,... ijazah ini harus saya bawa kemana ya
allah ?? Itu pertanyaan dasar saya karena kebingungan, munkin kalau saya
bandingkan, itu adalah tinggkat galau yang tinggi lo, lebih parah dari pada
orang yang putus pacaran(maaf), jujur ya teman saya sangat kebingungan ketika
ingin melamar sekolah SMA/SMK pada saat itu, yang ada dalam benak saya adalah
bagaimana saya masuk sekolah kalau selama ini yang saya dengar adalah begitu
mahalnya masuk sekolah SMA/SMK, belum lagi uang bulanannya, uang fotokopy
bukunya, uang kost kalau kita dapat sekolah yang jauh dari rumah dan kost, saya sering bertanya kepada tetangga
yang anaknya sekolah SMA/SMK, tapi apa kata-kata yang selalu saya dengar
adalah, “sekolah itu sangat mahal, belum lagi biaya ini itunya, untuk biaya
masuknya saja sudah habis biaya
jutaan...” dan tetangga saya sempat
bilang biaya masuk anak saya kemaren itu 3 koma sekian juta, ada yang bilang 4
koma sekian dan ada yang lebih besar lagi, pokoknya macam-macam, pernah
terlintas di pikiran saya” apakah sekolah itu untuk orang kaya saja...?????”
saya masih ingat ketika saya
ingin melamar kesuatu sekolah SMK, hari itu adalah dimana semua keluarga sedang
berada di sawah yang sedang memanen jagung dan kacang tanah, sehari sebelumnya
saya beri info ke teman agar bisa nemanin saya pergi mendaftar ke SMK yang
ingin di tuju, karena teman saya sudah berkata ok,saya datang kesawah agak
telat dari biasanya, lalu hari itu saya pergi kesawah untuk minta izin dan
memberi tau kalau saya mau mendaftar kesekolah SMK dengan teman, setelah sampai
di sawah dan memberi tau kepada keluarga, rasa bahagiapun berubah menjadi
tangisan hati saya, walaupun saya tidak mengeluar kan air mata di depan
keluarga, tapi hati saya sudah tidak sanggup menahan tangis, jawaban mak saya setelah memberi tau adalah “ tidak usah sekarang
sekolah nya nak, nanti saja kalau sudah ada rezeki dan sekarang sabar sajalah
dulu nak, jika kita sudah punya rezeki, kami pasti akan menyekolahkan mu, kakak
mu yang perempuan sudah tidak dirumah lagi dan siapa yang mengurus kedai..”
Sungguh kata mak saya sangat mempertanyakan kesabaran saya, dengan sangat sabar
dan ikhlas saya menjawab “ iya mak” walau keinginan dan tekat saya untuk
sekolah sangat didukung oleh ayah saya, tapi karena kata mak saya tadi saya
sudah mengurungkan niat untuk tidak mendaftar sekarang ke SMK.
Bulan
juli 2008, hari-hari saya lalui seperti
teman-teman saya yang tidak melanjutkan sekolahnya, saya yang biasanya duduk
dan berjualan di kedai, terkadang ketika saya melihat teman-teman yang
melanjutkan sekolahnya, saya sangat sedih, ketika teman-teman saya memakai baju
seragam, saya juga sangat ingin memakai seragam putih abu-abu itu,...tapi saya
harus mengghilangkan pikiran itu secepat munkin , supaya air mata ini tidak
jatuh sia-sia, dan saya cepat mengingat kata-kata mak saya kalau nanti .insyaallah
saya akan sekolah.
Semangat dan semangat, sabar dan
sabar munkin itu yang selalu saya
tanamkan di hati kecil saya, saya bertekat saya harus sekolah, saat itu saya
masih belum terlalu mahir membawa motor, katika saya tidak berjualan dan duduk
di kedai saya berpikirn untuk mencari uang dan menabung dari hasil keringat
sendiri, hari senin dan hari jumat adalah hari pasar dikampung saya, yaitu
pasar durian najung dan pasar sungai geringging, saya membawa motor dan pergi kepasar dan
memarkirkan motor di tempat ojek, saya kepasar bukanya pergi main-main atau
belanja, tapi saya ngojek, buat cari uang sekolah nanti, dengan sabar saya
tungguin yang mau ojek dengan saya, hari pertama ngojek munkin karena masih
baru ngak ada yang nawarin ojek saya, karena sudah hampir malam saya pulang
tanpa ada mendapat upah sewa ojek hari itu,
sedih ya sedih,...perih ya perih, memang sangat susah cari uang itu,
tapi apa saya harus menyerah begitu aja ,...ya ngak mungkin, orang kalau mau
sekolah harus punya uang dulu baru sekolah, nah itu membuat kuat saya untuk
tetap ngojek lagi, hari ke dua saya ngojek , mulai nawarin ojek kepada
bapak-bapak atau ibuk-ibuk yang saya kenal, ya kalau ngak gitu gimana orang mau
naik ojek kita, kalau kita berbuat baik itu mah , selalu ada yang cemooh atau
rendahin, saya pernah dapat kata-kata seperti ini “ kamu tu masih kecil,
emangnya kamu sanggup bawa orang ..??? “
trus ada juga yang bilang “ kaki kamu aja ngak nyampe semua, hati-hati
bawa orangnya, ntar jatuh” walau apapun
kata orang-orang itu ngak bakalan hilangin semangat saya cari uang.
Bulan Puasa, setelah saya cek
tabungan yang saya miliki ternyata belum mencukupi satu juta, loh bagai mana
saya bisa masuk kalau uang segini , jangan kan satu juta dua ratus ribu aja
belum cukup, saya kembali lagi ngojek dibulan puasa itu, dengan niat doa dan
semangat saya berangkat pagi-pagi, alhamdulillah, pagi itu dapat sewaan
bapak-bapak dikampung saya, dan dia menawarkan saya menjadi ojek langganannya,
tanpa berpikir pajang saya langsung mengiyakan dan menyetujuji tawaran bapak
itu, bagi saya itu adalah aset saya biar selalu ada rejeki tiap mau mulai ngojek,
hehehe....alhamdulillah, ucapan syukur itu yang cepat saya ucapkan, dalam hati
saya, memang benar ya rezeki tu banyak di pagi hari dan kalau kesiangan bisa
habis rezekinya dimakan ayam....
Hari-hari menjadi tukang ojek
saya lalui di bulan puasa itu, walau hujan, panas dan badai sekalipun,...saya
tetap ngojek, terik matahari yang menyengat tidak akan mengurangi semangat saya
untuk menjalani profesi saya yang seperti ini, ngojek disiang hari bermodalkan
jaket , tapiiiiiii....tidak makai sarung tangan pengendara dan tidak juga
memakai topi , membuat muka saya seperti ada yang berubah, dan bagian
pergelangan tangan menjadi berbeda dengan kulit bagian lengan lainnya, karena
tidak di tutupi panas, ngojek dalam keadaan berpausa tidak saya rasakan
beratnya, walaupun banyak cobaan yang datang, apalagi teman yang sama-sama
ngojek dengan saya dia itu tidak puasa, pasti tenaganya lebih maksimal dari
saya, munkin dengan perasaan semangat dan ikhlas tadi yaaaa.....yang buat saya
lebih kuat dari biasanya, dengan rutin
dan saya tetap ngojek sampai-sampai bulan
buasa terlewati tanpa terasa
puasa sebulan terasa sangat singkat dan bagitu cepat berlalunya, sungguh
saya rasakan pertolongan dan kekuatan di berikan oleh allah SWT kepada saya
saat itu, saya rasa dengan badan yang kecil dan lemah ini, saya tidak bisa
terlalu lama ngojek di bulan puasa , tapi saya rasakan itu lebih kuat dari hari
sebelumnya, saya pun mulai menghitung hasil dari ngojek yang selama ini saya
tabungkan, dan setelah saya hitung , uang itu hanya sebanyak Enam Ratus Ribu
Rupiah, dengan hela nafas panjang sayapun berdoa kepada allah” Ya allah ,
rezeki yang hamba dapatkan sebanyak ini, apakah hamba bisa melanjutkan sekolah
hamba ya allah...?? “ air mata yang saya
tahan-tahan selama ini menetes , saya usap dengan cepat air mata itu supaya
ayah saya dan keluarga saya tidak mengetahui kalau saya menangis( dan sedang
mengetik teks ini saya menangis mengingat semua itu).
Awal januari ditahun 2009 saya
mendapat berita gembira dari teman SMP saya, dia bilang kalau di Lubuk Alung
ada pelatihan(kursus) selama Enam Bulan, dan itu tidak di pungut biaya
sepersenpun, dan tempat tinggal kita sudah disediakan itupun gratis, ditambah
lagi makan juga kita tidak perlu mikirin,.....sudah ada yang masakin, pokoknya
tinggal makan aja, munkin sekilas tidak munkin teman, tapi ini lah kenyataan
yang ada, awal nya saya sempat menolak dan menolak karena tidak percaya sama
teman saya, begitu juga keluarga saya yang masih ragu, tapi teman saya tetap
terus memberi saya semangat dan supaya bisa juga memiliki keterampilan seperti
dia, sempat saya berdebat dengan dia, kayak gini
Met: teman saya
Met:
rio kamu mau ngak ikut kursus seperti saya di lubuk alung, itu semua gratis dan
kita di beri uang juga disana..????
Saya
: kamu met, mana munkin ada zaman sekarang, pendidikan/kursus ada yang gratis,
semua itu bayar, kalau udah dikota itu semuanya bayar
Met:
kamu ngak percaya kata-kata saya ya ???,
pelatihan ini gratis karena di biayai pemerintah , kamu boleh lihat buktinya
sekarang, kakak saya sudah tamat dari sana tahun kemaren dan saya sekarang saya
sudah selesai juga pelatihan disana?? Apa kamu tidak percaya juga sekarang?
Saya:
ya saya akan coba bilang dulu sama orang tua dulu met, kalau orang tua
mengizinkan, saya akan daftar kesana,dalam hati saya (biar ada dasar sebelum
masuk sekolah)
Met:
ok , coba lah kamu tanya sama orang tua dulu, masalahnya sekarang sedang buka pendaftaran dan sebentar
lagi akan di tutup , itu pun orang nya terbatas, dari lima ratus orang hanya dua ratus orang yang di ambil,
Saya:
baiklah saya akan kasih tau secepatnya
Percakapanpun saya ambil
positifnya dan dengan cepat saya kasih tau orang tua, pemikiran dan tanggapan pertama orang tua dan
keluarga yaitu sama dengan saya, tidak ada yang namanya gratis sekarang ini,
dan itupun saya terangkan seperti teman saya menerang kan sebelummnya.
Besoknya saya dan orang tua
datang kerumah teman saya untuk menanyakan tentang kepastian kata-katanya
kemaren, dan singkat cerita teman saya dan keluarganya menjelaskan juga tentang
bagimana teman saya sewaktu disana , orang tua saya menerima penjelasan dengan
baik , dan mak saya masih ragu, bagai mana saya nanti disana, mak saya
berpikiran, nantinya saya di biar-biar kan aja tanpa ada yang peduli, dan
banyak sekali pemikirannya, dan kemudian orang tua teman saya tadi memberi penjelasan
lagi, tentang bagaimana dan dengan siapa saja kita disana.
Setelah mendapatkan penjelasan
kami kembali pulang, dan karena sudah jelas tentang pelatihan itu, saya pun
mulai beres-beres buat berangkat besok, karena pendaftaran sudah berjalan, esok
harinya saya dan keluarga datang kembali ke rumah teman saya dan untuk mengajak
teman saya mengantarkan ke Lubuk Alung, walau pun sangat berat hati mak saya untuk
melepaskan tetapi beliau tetap berusaha untuk sabar saya lihat.
Setelah sampai di Lubuk Alung, saya
pun memulai beradaptasi dengan lingkungan yang belum pernah saya rasakan
sebelumnya seumur hidup saya, biasannya tinggal di daerah yang dingin, sekarang
saya tinggal di daerah yang sangat panas saya rasakan, sangat jauh berbeda
dengan yang ada di kampung saya, kalau di kampung biasanya pakai selimut tebal
ketika ingin tidur, tapi disini mah ngak
usah pake selimut,....parena panaaaaaaaasssssssssss....dan gersang, kayak di
padang passir aja yah...hemhh.
Masa-masa disana saya lewati
dengan proses adaptasi yang cukup bagus sampai penerimaan hasil kelulusan pun
saya rasakan, dan alhamdulillah saya lulus dengan jurusan yang saya kehendaki ,
yaitu Elektronika, meski banyak juga teman-teman atau abang-abang yang tidak
lulus, mereka kelihatan masih tetap sabar, doa saya semoga teman-teman dan
abang-abang bisa lulus di kesempatan berikutnya, amin.
Proses orientasi dan pembelajaran
serta pelatihan saya lalui, sampai tiba saatnya untuk berpisah dengan
teman-teman dan abang-abang di sana, oiya sebelum keluar dari sana teman saya
sempat berpesan kepada saya, dan pesan ini menjadi pembeda antara teman saya
yang memasukan saya yaitu met, munkin dia tidak dapat pesan ini , tetapi saya
medapatkannya dari teman saya disini, katanya teman saya itu begini” rio kamu
cobalah tanya sama buk upik, mana tau kamu bisa masuk jadi anak asuh di panti
ini dan melanjutkan sekolah mu...!!!!” )saya sempat tidak kepikiran kesana
selama ini, toh sudah enam bulan saya disana saya tidak tau kalau tempat saya
pelatihan itu adalah panti....., saya hanya bisa menjawab ok , kalau begitu
saya akan coba, walau sedikit regu” dalam hati saya mencoba bertanya kepada buk
upik, yaitu seorang pegawai dipanti itu dan yang pertama saya kenal,.
Setelah bertanya, ibuk upik pun
menjawab” kamu bisa masuk panti lagi , tapi harus menuggu satu tahun dulu,
karena sudah aturannya begitu” saya pun menjawab iya dan menyetujui, karena di benak dan hati saya hanya ada
sekolah dan sekolah...nuntut ilmu dan nuntut ilmu.
Setelah selesai kursus saya juga
memberi kabar kepada teman saya, yaitu si met tadi, saya mengajak nya untuk
bisa ikut dengan saya juga, yang sebelumnya saya mengajak dia dan sekarang saya
yang megajaknya....kayak balas budi aja yah, saya mengajaknya untuk masuk ke
panti itu lagi tapi bukan untuk pelatihan, tapi untuk masuk sekolah SMA/SMK,
tapi dia menolak karena dia tidak mau nanti ditertawakan, dia sempat bilang”
nanti apa kata temen-teman sekelas rio , bisa-bisa kita menjadi bahan
tertawaan, usia kita lebih tua dari mereka, dan saya rasa memalukan” dengan tegas dia mengatakan itu kepada saya,
tapi saya sempat memberi arahan kepadanya supaya bisa ikut juga, tanggung kan
sekolah hanya sampai SMP, saya bilang sama dia” met kalau usia itu mah ngak
jadi masalah , yang penting kita bisa menikmati dan bisa mencicipi pendidikan
lebih tinggi lagi, yang penting kita bisa masuk sekolah dulu, kalau soal
cemoohan orang itu mah biarin aja , yang penting kita ngak buat dosa dan salah
sama orang-orang itu”, dengan
seyakin-yakinnya saya bisa membujuk dia untuk sekolah tetapi dia tidak mau
juga.
Tahun 2009 Desember, tragedi itu
terjadi, dan telah meluluh lantakkan semuanya, menghacurkan semuanya, banyak
nyawa yang hilang, kesedihan membalut keluarga korban dimana-mana, rumah-rumah
runtuh dan hancur, begitu dahsyatnya gempa sumatra barat waktu itu dan pusat
gempa itu berada di padang pariaman, dan peristiwa itu menghancurkan rumah tempat
saya dan keluarga tinggal selama ini, banyak nya datang bantuan dan kesibukan
membereskan reruntuhan rumah dan membangun rumah seadanya membuat saya merasa
tidak terlalu lama menunggu waktu satu tahun untuk bisa merasakan pendidikan di
SMA/SMK nanti.
Setelah setahun menunggu
akhirnya, Alhamdullillah saya pun di telpon oleh seseorang pegawai dari panti
di Lubuk Alung, dan saya diminta untuk membawa surat pengantar dan
syarat-syarat lainya, dan saya sempat bertanya “berapakah saya harus membayar
untuk masuk SMK/SMA itu buk..???” ibuk itu menjawab seerti bercanda, tapi saya
anggap itu serius , jawabannya” Sekitar Enam Ratus Ribu Lebih Untuk SMK Dan SMA
ibuk kurang tau juga, Kamu Punya uang Sebanyak Itu kan,..?) dengan cepat saya
jawab, alhamdulillah sebanyak itu ada buk, dalam hati saya(saya kan ada
tabungan yang setahun lalu disimpan dalam tabungan yang pake gembok itu, yang
berisi uang seribu-seribu) rasa senang nya sungguh tidak bisa saya bayangkan
saat itu.
Walaupun saya sempat kena
sindiran, cemoohan dan lain sebagainya dari orang kampung, ada yang berkata ”
loh kamu ingin sekolah lagi , hahaha..., apa kamu ngak malu, ingat umur”, dan
masih ada kata lain bermacam cemoohan, itu semua saya jadikan ujian untuk
menempuh jalan kebaikan buat saya.
Setelah saya lenggkapi
syarat-syarat untuk sekolah dan syarat untuk masuk panti, saya pun segera
berangkat ke Lubuk Alung supaya bisa mendaftar ke SMK/SMA yang di inginkan,
setelah saya sampai di Panti Lubuk Alung Saya pun menemui ibuk upik dan
memberikan semua syarat-syarat itu semua, setelah diperiksa dan syarat-syarat
saya sudah lengkap, buk upik pun menyarankan saya untuk mendaftar ke sekolah
yang saya inginkan sambil memberi uang Lima Puluh Ribu , buk upik berkata
kepada saya” Ambilah uang ini dan pergilah mendaftar kesekolah mana mau
mendaftar, ibuk sekarang tidak bisa menemani, karena ada pekerjaan,pergi saja
sama-sama dengan teman lain yah...!!” .
Lalu saya pun berangkat dengan teman-teman saya yang juga ingin mendaftar ke
SMA/SMK tujuan.
Bulan juli 2010 saya pun berhasil
mendaftar dan diterima di sekolah yang saya inginkan, ternyata semua biaya
ditanggung oleh panti, tidak ada sedikitpun saya mengeluarkan uang untuk
sekolah Ke SMK yang saya inginkan itu, saya teringingat percakapan ibuk waktu
menelpon saya itu, berarti ibuk itu bercanda saja sama saya.
Dan Alhamdulillah Ditahun 2013
selesai juga pendidikan saya di SMK, saya sekarang sudah tamat dari sekolah itu
Yaitu SMK N 1 SINTUK TOBOH GADANG jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Dan
alhamdulillah saya bisa menyelesaikan sekolah saya dengan baik, meski
sebelumnya saya tidak menyadari bisa sekolah SMK, tapi kenyataanya sekarang,
saya bisa meraih mimpi saya dengan niat, tekat, sabar, ikhlas dan terus
berusaha saya bisa mencapai impian saya.
Nah itulah cerita cara saya
mendapatkan pendidikan, lalu Bagaimana dengan teman-teman atau adik-adik disana, maukan bermimpi besar dan
terus berusaha.
YAKINLAH
ALLAH SWT AKAN MENGABULKAN DOA-DOA KITA YANG SELALU DEKAT DENGAN-NYA
ALLAH
TIDAK AKAN MENGUJI KITA MELEWATI BATAS DARI KESANGGUPAN KITA
PUNYA
MIMPI ITU ADALAH MOTIVASI UNTUK DIRI KITA
Nah
ini ni alamat tempat saya dulu, tempat saya di didik dan di bina, serta di sekolahkan,
jika teman-teman ingin tau info lebih lengkap silahkan tanya langsung ke
Pegawai atau Pengurus disana.
ALAMAT
: SUMBAR, PD PARIAMAN,LUBUK ALUNG
,KAMPUNG TARANDAM
NAMA LENGKAP DARI PANTI INI ADALAH “PSAABR” yaitu Panti Sosial Asuhan
Anak Bina Remaja
Hal
Yang bisa kita dapatkan setelah masuk di sana
1.Disekolah
kan
2.pelatihan
Selama 6 Bulan and lainya
ATAU
YANG MAU NANYA-NANYA SAMA SAYA JUGA BISA, TOH SAYA JUGA ALUMNI DISANA
E-Mail:
riosaputraspi@yahoo.co.id
FB : Zifilia Rioz
Web : rios3r.blogspot.com Nama Blog sekarang
Salam
Kenal buat semua yah......wassalam......................!!!!!!!!!!!!!!!!!





0 komentar